Bottom ImageBottom ImageBottom ImageBottom Image

Aceh Barat Tanam Karet 1.305 Hektar

Banda Aceh (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, selama tahun 2012 akan membagikan bibit karet kepada masyarakat masing-masing dua hektare hingga luas tanaman tersebut mencapai 1.305 hektar.

Wakil Bupati Aceh Barat Fuadri di Meulaboh, Senin mengatakan, pengadaan bibit karet yang menjadi komoditas kompetensi inti tersebut merupakan program berkelanjutan Aceh Barat setelah gagal melaksanakan penyaluran ditahun 2011.

"Upaya ini kita lakukan untuk memperbaiki kegagalan pengadaan bibit karet pada tahun 2011 lalu, sehingga banyak masyarakat petani diwilayah kita yang kecewa karena kegagalan tersebut," katanya.

Fuadri menjelaskan, penyaluran bibit karet tahun 2011 seluas 1.305 hektar hanya terealisasi 44,08 persen atau mengalami kegagalan hingga mencapai 60 persen dan faktor utama penyebab kerugian tersebut oleh pengadaan bibit karet yang begitu beresiko.

Ia mengakui, 2.483 petani yang gagal menerima jatah bibit karet tahun 2011 karena pemerintah daerah menolak pengadaan bibit karet yang disalurkan pihak rekanan karena tidak bersetifikat dan bukan bibit karet unggul.

Karena itu pengadaan bibit karet tahun 2012 ini akan mengunakan jenis "stum" atau bibit karet jenis mata tidur yang diperkirakan lebih efektif dan tidak terlalu beresiko tentang legalitas, kwalitas dan pendanaannya.

"Pengadaan bibit karet selama ini terlalu beresiko sehingga hal ini merupakan faktor utama yang menyebabkan gagalnya pengadaan dan ini juga menjadi fokus utama perhatian pemerintah ke depan yang perlu dibenahi," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah daerah saat ini sudah mendata ulang peserta calon penerima calon lahan milik petani, karena hal itu merupakan mekanisme yang harus ditempuh sebelum dilakukan penyaluran.

Fuadri menegaskan, pemerintah daerah saat ini juga sudah menaruh harapan pada satu perusahaan kebun karet milik swasta di Kecamatan Kawai XIV sudah mendirikan sebuah pabrik yang mulai beroperasi tahun ini meskipun dengan kapasitas pengolahan bahan baku karet 40 ton/hari.

Menurut Fuadri, untuk menguatkan ekonomi petani karet yang sangat dibutuhkan adalah adanya sebuah pabrik pengolah bahan baku sehingga dapat memutuskan mata rantai penjualan dan mengstabilkan harga jual ditingkat petani.

"Kita menaruh harapan kepada pabrik milik swasta di Blang Beurandang Kawai XVI, kalau pabrik ini sudah mulai beroperasi rutin saya pikir harga karet di wilayah kita akan mensejahterakan petani," pungkasnya.

Hingga tahun 2012 Aceh Barat memiliki luas perkerbunan karet 25 ribu hektar lebih dengan produktivitas 20 ton/minggu, pemerintah juga menyediakan dana pembersihan lahan sebesar Rp800.000/ hektar dan biaya perawatan berkisar Rp350.000/hektar.

(KR-IRW)

 

Sumber Antaranews.com, 12 Maret 2012

Aceh Barat News

  • Gambut Meulaboh Terbakar MEULABOH - Kemarau pascabadai yang mendera beberapa wilayah Aceh sejak tiga hari terakhir telah memantik peristiwa kebakaran, di antaranya kebakaran lahan gambut di Aceh Barat dan hutan damar di seputaran Danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Titik api juga sempat muncul setidaknya di dua titik di Aceh Besar yaitu perbukitan Mata Ie Kecamatan Lhoknga dan di Gle Gurah, Kecamatan Peukan Bada. Di Aceh Barat, sekitar 20 hektare (ha) lahan gambut di sejumlah lokasi dalam wilayah Kecamatan...
    19 June 2012
    Read More...
  • 13 Perusahan Garap Tambang Aceh Barat MEULABOH - Sebanyak 13 perusahaan menggarap sektor pertambangan emas, batubara, dan bijih besi di Kabupaten Aceh Barat. Kehadiran perusahaan tambang yang memperoleh izin sejak tahun 2010 tersebut diharapkan bermanfaat bagi masyarakat. Kadis Pertambangan Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Aceh Barat, Drs Zulkarnaen ditanyai Serambi setelah pertemuan dengan tim Pansus DPRK Aceh Barat di gedung DPRK, Kamis (14/6) mengatakan, jumlah perusahaan yang melakukan...
    18 June 2012
    Read More...
  • PT KTS: Kebun Terpadu Lahan HGU MEULABOH - Aksi protes oleh tiga keuchik soal dugaan jual beli lahan kebun tepadu di Kecamatan Woyla, Aceh Barat seluas 182 hektare ditanggapi oleh pihak Perusahaan Terbatas (PT) Karya Tanah Subur (KTS). Pihak KTS menyatakan bahwa lahan itu merupakan milik perusahaan masuk dalam hak guna usaha (HGU) PT KTS dan selama ini dipakai oleh masyarakat. Penegasan itu disampaikan Ir Azhar Rahman, Administrasi PT KTS kepada Serambi, Minggu (20/5) menanggapi berita edisi Sabtu...
    21 May 2012
    Read More...
  • 50 Hektar Gambut di Aceh Barat Terbakar MEULABOH - Seluas 50 hektar lahan gambut di wilayah Aceh Barat terbakar. Kebakaran ini terjadi sejak Jumat (11/5) hingga Minggu (13/5/2012). Kebakaran diduga disengaja untuk pembukaan lahan sawit. Akibat kebakaran tersebut, sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Barat diliputi asap, terutama pada hari Jumat dan Sabtu kemarin. Namun, asap berangsur berkurang pada hari Minggu seiring turunnya hujan di wilayah tersebut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah...
    13 May 2012
    Read More...
  • Banjir Kurung 1.079 Warga Woyla Timur
    * Ketinggian Air Capai Satu Meter MEULABOH - Sebanyak 1.079 jiwa atau 289 KK warga 11 desa di Kemukiman Krueng Bhe, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu hingga Kamis (28-29/3) terkurung banjir dengan ketinggian air 0,5 hingga 1 meter. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadissosnakertrans) Kabupaten Aceh Barat Drs Mursalin Abdullah kepada Serambi, Kamis (29/3) melaporkan, jumlah desa yang terendam kemungkinan terus bertambah...
    11 April 2012
    Read More...
  • 1
  • 2