Bottom ImageBottom ImageBottom ImageBottom Image

Lintas Jeuram-Takengon Putus Total
* Puncak Singgah Mata Longsor

Protection Forest Leuser

JEURAM - Ruas jalan provinsi di lintasan Jeuram-Takengon, tepatnya di kawasan puncak Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (12/4) kemarin siang dilaporkan putus total.

Ini karena, jatuhnya bongkahan batu besar dari area puncak gunung ke badan jalan, ditambah parahnya longsor tebing gunung ke jalan yang dilintasi banyak pengendara itu.

Akibatnya, puluhan kendaraan yang melintas di jalur itu terhalang batu besar dana terjebak longsor, sehingga harus berbalik arah. Bila paginya masih ada sebagian kendaraan yang terpaksa ditarik ke seberang titik longsor, tapi siang hingga sore kemarin tidak satu pun lagi kendaraan bisa melintas, karena terhalang bongkahan batu besar yang jatuh ke badan jalan. Belum lagi lumpur tebal masih menjadi kendala akibat derasnya guyuran hujan.

Tak hanya itu, tiga titik longsor kemarin bertambah lagi di ruas jalan provinsi itu, tepatnya di kawasan Beutong Ateuh Banggalang. Ini mengharuskan puluhan warga kerja bakti untuk membersihkan pasir dan batu gunung yang memenuhi badan jalan dan telah menjebak para pengguna jalan yang berlalu lalang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga Nagan Raya, HT Narensyah yang menghubungi Serambi, Senin sore, melaporkan, longsor di puncak Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong itu kini makin parah. Pasalnya, material pasir dan batu gunung di kawasan itu terus luruh, sehingga menimbun badan jalan.

Apalagi menjelang sore, bongkahan batu besar dari area puncak gunung luruh ke badan jalan. Derita warga dan pengguna jalan di kawasan itu semakin lengkap, karena hujan deras terus mengguyur kawasan pegunungan itu, sehingga material longsor yang memenuhi badan jalan sangat sulit untuk dipindahkan ke sisi jalan. “Longsornya terus terjadi. Pemkab Nagan Raya tak mampu mengatasi hal ini, karena alat yang kami miliki sangat terbatas,” katanya.

Ia deskripsikan, material longsor itu terus berjatuhan ke badan jalan saat diguyur hujan lebat. Dalam pada itu, ketika tanah yang memenuhi badan jalan itu berhasil dipindahkan, material lainnya pun ikut luruh sehingga harus dilakukan pencegahan serius agar kondisi jalan tidak semakin parah.

Tambah tiga titik

Di sisi lain, kata Narensyah, longsor yang terjadi di lintasan Jeuram-Takengon itu kini bertambah tiga titik lagi di kawasan Beutong Ateuh Banggalang. Akibatnya, puluhan warga setempat terpaksa dikerahkan bergotong royong untuk membersihkan material longsor yang ikut menjebak para pengguna jalan.

Apalagi kondisi jalan yang mengalami longsor itu, katanya, saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat berbadan kecil. “Secara umum sangat kecil kemungkinan untuk menerobos longsor tersebut karena tak ada celah untuk bisa melintasinya,” kata Narensyah.

Oleh karenanya, Plt Kepala Dinas Bina Marga Nagan Raya itu meminta kepada Gubernur Aceh supaya segera menurunkan tim ke kawasan Singgah Mata guna mengatasi longsor yang terus terjadi. Soalnya, hingga kini Pemkab Nagan Raya tak mampu mengatasi masalah itu lantaran terbatasnya alat berat yang dimiliki, di samping bukan tanggung jawab pemkab setempat memperbaikinya, mengingat ruas jalan itu berstatus jalan provinsi.

Ikut terjebak

Narensyah menambahkan, sejak Senin hingga Selasa (11-12/4) kemarin puluhan kendaraan roda empat yang melintas di rute Jeuram-Takengon ikut terjebak longsor dan terpaksa harus kembali ke tempat pemberangkatannya. Ini karena, badan jalan yang berada di kawasan itu sangat sulit dilintasi akibat tertimbun longsor dan menyebabkan antrean panjang.

Apalagi sejumlah kendaraan ikut terjebak lumpur sehingga terpaksa ditarik menggunakan kendaraan lain. Bahkan rombongan Bupati Nagan Raya, Drs HT Zulkarnaini yang kembali dari Beutong Ateuh Banggalang ikut terjebak longsor, namun berhasil diatasi sepihak oleh anggota rombongan.

Zulkifli, pengguna jalan di lintasan yang kini bermasalah itu, kepada Serambi kemarin mengakui, longsor yang terjadi di Pegunungan Singgah Mata itu makin parah kondisinya. Ia juga minta kepada Pemerintah Aceh supaya segera mengatasi persoalan itu sebelum jalur itu putus dan mengisolasi ribuan masyarakat Beutong Ateuh. (edi)

Sumber : www.aceh.tribunnews.com, 13 April 2011